Postingan

Menampilkan postingan dengan label H. Marzuqi Romli

H. Muhammad Farhan

Gambar
Muhammad Farhan lahir di Klaten pada tahun 1960-an, putra dari pasangan almarhum Sayid Usman dan almarhumah Farikhatun. Kedua orang tuanya masyarakat ‘aam namun cukup dekat dengan para ulama, salah satunya almarhum KHR. Muhammad Sofwan Klaten (guru Hadlorotussyaikh KH. Mufid Mas’ud ketika ngaji di Mamba’ul Ulum Klaten). Karena kedekatannya dengan ulama, orang tua Ustadz Farhan yang dikaruniai 7 orang anak  mempunyai pemikiran bahwa bila anaknya diberikan pendidikan pessantren akan sangat menghemat biaya (karena hidup di pesantren sangat murah apalagi pesantren al-Qur’an hanya sekali beli al-Qur’an dapat untuk mengaji selamanya). Hasilnyapun tentu akan menjadi orang pilihan. Ilmu yang didapat adalah ilmu yang dapat paling tidak bisa bermanfaat bagi dirinya, baik di dunia maupun di akhirat, syukur-syukur bisa bermanfaat bagi orang lain.

H. Marzuqi Romli

Gambar
Giriloyo adalah sebuah dusun di bawah kaki perbukitan Imogiri. Masyarakat sekitar  mengenal dengan nama Pajimatan, suatu bukit yang terkenal di daerah kawasan selatan Yogyakarta karena disanalah raja-raja Kerajaan Mataram Islam dimakamkan. Daerah Giriloyo ini sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta (jaraknya hanya sekitar 15 km). Namun karena daerah ini terpencil dan berada di kaki bukit. Sasana khas pedesaan yang sepi dan sunyi namun penuh dengan  kebersamaan dan kedamaian sangat mewarnai daerah tersebut. Suasana sepi yang mewarnai Giriloyo itu pada pertengahan abad ke-18 M sedikit demi sedikit berubah dengan munculnya kelompok pengajian yang diasuh oleh KH. Romli, seorang ulama yang menjadi Mursyid Tarekat Syathariyah. Seluruh murid-muridnya diberi ijazah tarekat tersebut dengan maksud agar mereka memiliki amalan-amalan harian yang pada akhirnya bisa lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.