Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Haji Hasan Musthafa

Gambar
Haji Hasan Musthafa adalah sosok Pujangga dan Sastrawan Sunda. Ia lahir pada tanggal 3 Juni 1852 M. bertepatan dengan 4 Sya'ban 1268 H. di Cikajang Garut, sebuah wilayah yang terletak di Bagian Timur Kota Priangan. Dia adalah putera ke tiga dari pasangan Nyi Mas Salpah dan Mas Sastramanggala yang kemudian namanya berubah menjadi Utsman. Hasan Musthafa lahir dalam lingkungan keluarga terpandang. Ayahnya adalah keturunan Tumenggung Wiratanubaya, seorang Bupati di Parakanmuncang, dan menjabat sebagai Camat di Cikajang. Leluhur ayahnya memiliki keterkaitan erat dengan Raja terkenal dari Kerajaan Pajajaran, yaitu Prabu Kiansantang.

H. Muhammad Farhan

Gambar
Muhammad Farhan lahir di Klaten pada tahun 1960-an, putra dari pasangan almarhum Sayid Usman dan almarhumah Farikhatun. Kedua orang tuanya masyarakat ‘aam namun cukup dekat dengan para ulama, salah satunya almarhum KHR. Muhammad Sofwan Klaten (guru Hadlorotussyaikh KH. Mufid Mas’ud ketika ngaji di Mamba’ul Ulum Klaten). Karena kedekatannya dengan ulama, orang tua Ustadz Farhan yang dikaruniai 7 orang anak  mempunyai pemikiran bahwa bila anaknya diberikan pendidikan pessantren akan sangat menghemat biaya (karena hidup di pesantren sangat murah apalagi pesantren al-Qur’an hanya sekali beli al-Qur’an dapat untuk mengaji selamanya). Hasilnyapun tentu akan menjadi orang pilihan. Ilmu yang didapat adalah ilmu yang dapat paling tidak bisa bermanfaat bagi dirinya, baik di dunia maupun di akhirat, syukur-syukur bisa bermanfaat bagi orang lain.

H. Marzuqi Romli

Gambar
Giriloyo adalah sebuah dusun di bawah kaki perbukitan Imogiri. Masyarakat sekitar  mengenal dengan nama Pajimatan, suatu bukit yang terkenal di daerah kawasan selatan Yogyakarta karena disanalah raja-raja Kerajaan Mataram Islam dimakamkan. Daerah Giriloyo ini sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta (jaraknya hanya sekitar 15 km). Namun karena daerah ini terpencil dan berada di kaki bukit. Sasana khas pedesaan yang sepi dan sunyi namun penuh dengan  kebersamaan dan kedamaian sangat mewarnai daerah tersebut. Suasana sepi yang mewarnai Giriloyo itu pada pertengahan abad ke-18 M sedikit demi sedikit berubah dengan munculnya kelompok pengajian yang diasuh oleh KH. Romli, seorang ulama yang menjadi Mursyid Tarekat Syathariyah. Seluruh murid-muridnya diberi ijazah tarekat tersebut dengan maksud agar mereka memiliki amalan-amalan harian yang pada akhirnya bisa lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.

Gus Ishomuddin Hadziq

Gambar
Sang Penerus Estafet KH. Moh. Hasyim Asy’ari KH. Moh. Hasyim Asy’ari adalah seorang ulama terkemuka yang sukses melahirkan kader-kader ulama andal di seluruh Nusantara. Kedalaman ilmu, keluasan wawasan, dan keikhlasan dalam berjuang mengantarkannya pada posisi pemimpin yang kharismatik dan visioner. Maka, wajar kalau kehebatan dan darah biru Kiai Hasyim menetes kepada anak cucunya. Selain Gus Dur, cucu Kiai Hasyim yang mewarisi tetesan ilmu ‘salaf’ adalah Ishomuddin Hadziq yang akrab dipanggil Gus Ishom. Gus Ishom lahir pada 18 Juli 1965 dari pasangan Hj. Khodijah binti KH. Moh. Hasyim Asy’ari dan Kiai Hadziq. Beliau merupakan putra pertama dari tiga bersaudara tunggal ayah-ibu (Fahmi Amrullah dan Zakki). Beliau dilahirkan di Kediri Jatim. Pada saat kelahirannya, Ibunya Hj. Khodijah mengalami kesulitan. Secepatnya Kiai Hadziq sowan KH. Mahrus Ali meminta minuman dan do’a. Kiai Mahrus Ali langsung datang sendiri saat proses kelahirannya dan berdo’a agar Allah memberikan kemudahan dan...